Skip to content
KUA KECAMATAN KARANGPAWITAN

KUA KECAMATAN KARANGPAWITAN

Profesional,Amanah dan Transparan

  • Home
  • Profil
    • Visi Dan Misi
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Sejarah Singkat KUA Karangpawitan
    • Kedudukan Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Motto KUA
    • Wilayah Kerja
  • Pelayanan
    • Surat Pemohonan Keterangan
    • Permohonan ID Mesjid
    • Bimbingan Keluarga Sakinah
    • Kemesjidan
    • Pernikahan
    • Zakat dan Wakaf
    • Jadwal Nikah KUA Karangpawitan
  • Regulasi
    • Undang-undang Perkawinan
    • SURAT EDARAN
    • KMA
    • PMA
  • Atikel
  • Tautan
  • Penyuluh Agama
    • Profil Penyuluh
      • Pengertian Penyuluh Agama
      • Tugas dan Fungsi Penyuluh
      • Wilayah Binaan
      • Daftar Nama Penyuluh
    • Program Penyuluhan
      • Keluarga Sakinah
      • Moderasi Beragama
      • Pembinaan Masyarakat
      • Pemberdayaan Zakat dan Wakaf
    • Kegiatan penyuluhan
    • Materi Penyuluhan
    • konsultasi
    • Regulasi Penyuluh
    • Data Penyuluh
  • Galery
  • Toggle search form

Bulan: Februari 2026

Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah

Posted on 18 Februari 202618 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah

Keikhlasan merupakan fondasi utama dalam setiap amal ibadah seorang muslim. Ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan akan kehilangan nilai spiritualnya, meskipun tampak baik di mata manusia. Oleh karena itu, menjaga niat semata-mata karena Allah SWT menjadi kunci agar setiap amal diterima dan bernilai pahala.

Makna Ikhlas dalam Islam

Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan manusia untuk beribadah dengan penuh keikhlasan.

Ulama menjelaskan bahwa ikhlas menjadikan amal kecil bernilai besar di sisi Allah, sedangkan riya (pamer ibadah) dapat menghapus pahala amal yang telah dilakukan.

Bahaya Riya dalam Kehidupan Beragama

Riya adalah melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain. Sikap ini sering muncul tanpa disadari, misalnya:

  • memperlihatkan sedekah agar dipuji,
  • memperpanjang ibadah agar dianggap saleh,
  • menampilkan amal kebaikan demi popularitas.

Riya termasuk penyakit hati yang dapat merusak amal dan mengurangi keberkahan hidup.

Cara Menumbuhkan Keikhlasan

Menjaga keikhlasan bukan perkara mudah, namun dapat dilatih melalui beberapa langkah:

✔ meluruskan niat sebelum beramal
✔ menyembunyikan amal kebaikan jika memungkinkan
✔ memperbanyak dzikir dan mengingat Allah
✔ menyadari bahwa hanya Allah yang menilai amal manusia
✔ menghindari keinginan dipuji atau diakui

Dengan melatih keikhlasan, hati akan menjadi lebih tenang dan ibadah terasa lebih ringan.

Keutamaan Amal yang Ikhlas

Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan:

  • mendatangkan ketenangan hati,
  • meningkatkan kualitas keimanan,
  • menghadirkan keberkahan dalam kehidupan,
  • menjadi bekal berharga di akhirat.

Allah SWT menilai amal bukan dari besar kecilnya perbuatan, tetapi dari ketulusan niat pelakunya.

Peran Keluarga dan Masyarakat

Lingkungan keluarga dan masyarakat juga berperan dalam menumbuhkan keikhlasan. Pendidikan agama sejak dini, keteladanan orang tua, serta budaya saling menasihati dalam kebaikan akan membantu membentuk pribadi yang tulus dalam beribadah.

Penutup

Menjaga keikhlasan adalah perjalanan spiritual sepanjang hidup. Setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki niat dalam setiap amal, baik ibadah mahdhah maupun aktivitas sehari-hari. Dengan keikhlasan, amal menjadi bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artikel keagamaan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Posted on 17 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam menjalankan ibadah dan kehidupan.

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi ruhani dan sosial yang sangat penting dalam membentuk pribadi yang bertakwa.

Dari sisi ruhani, puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, menahan amarah, serta memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Melalui puasa, seorang muslim diajak untuk membersihkan hati dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sehingga lahir pribadi yang lebih sabar dan ikhlas.

Dari sisi sosial, puasa menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Rasa lapar yang dirasakan mengingatkan kita akan saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan, sehingga mendorong semangat berbagi melalui sedekah, zakat, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Puasa juga mempererat ukhuwah serta memperkuat kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.

Dengan memahami makna puasa secara menyeluruh, diharapkan kita dapat menjalankan ibadah ini tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial.

Footnote:

  1. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 — kewajiban puasa agar mencapai ketakwaan.
  2. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim — pentingnya menjaga ucapan dan perbuatan saat berpuasa.
  3. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 — puasa sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah.

Demikian kajian singkat ini, semoga memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artikel keagamaan

Persiapan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H

Posted on 16 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Persiapan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Persiapan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Keputusan yang dihasilkan menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.

Sidang Isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan ulama, ahli falak/astronomi, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait guna memastikan penetapan awal bulan Hijriah dilakukan secara syar’i dan ilmiah.


Dasar Syariat Penetapan Awal Ramadhan

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“…Barang siapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menjadi dasar kewajiban berpuasa ketika telah masuk bulan Ramadhan.

Dalil Hadits Nabi SAW

Rasulullah SAW bersabda:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika hilal tertutup awan, maka sempurnakan hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadits ini menjadi landasan metode rukyat dan istikmal dalam menentukan awal bulan.


Metode Penetapan Awal Ramadhan di Indonesia

Penetapan awal Ramadhan di Indonesia menggunakan pendekatan terpadu antara dalil syar’i dan ilmu pengetahuan melalui:

1. Hisab (Perhitungan Astronomi)

Perhitungan posisi bulan untuk mengetahui kemungkinan terlihatnya hilal.

2. Rukyat Hilal

Pengamatan hilal yang dilaksanakan di berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia.

Kriteria yang digunakan mengacu pada kesepakatan negara anggota MABIMS yaitu imkanur rukyat (kemungkinan hilal dapat terlihat).
Data astronomi dan visibilitas hilal didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.


Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H / 2026 M

Berdasarkan informasi resmi Kementerian Agama dan pemberitaan nasional, Sidang Isbat dijadwalkan sebagai berikut:

Hari/Tanggal : Selasa, 17 Februari 2026
Waktu : mulai pukul 16.00 WIB sampai selesai
Tempat : Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta

Sidang dipimpin oleh Menteri Agama dan dihadiri oleh:

  • perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam,
  • Majelis Ulama Indonesia,
  • para ahli falak dan astronomi,
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika,
  • perwakilan lembaga negara dan duta besar negara sahabat.

Pemantauan Hilal Nasional

Pada hari yang sama dilaksanakan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia. Pemantauan dilakukan di puluhan titik strategis sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat.

Hasil rukyat dari daerah akan dilaporkan kepada panitia sidang untuk dibahas sebelum keputusan resmi diumumkan kepada masyarakat.


Tahapan Pelaksanaan Sidang Isbat

Sidang Isbat umumnya dilaksanakan melalui tahapan:

  1. pemaparan posisi hilal oleh pakar astronomi dan ahli falak;
  2. sidang tertutup untuk membahas hasil hisab dan laporan rukyat;
  3. pengumuman resmi penetapan awal Ramadhan kepada masyarakat.

Pelaksanaan sidang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.


Peran KUA dalam Menyambut Ramadhan

Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pelayanan keagamaan, antara lain:

  • menyampaikan hasil Sidang Isbat secara resmi kepada masyarakat;
  • mengimbau umat menjaga persatuan dan toleransi;
  • meningkatkan bimbingan keagamaan menjelang Ramadhan;
  • mendukung pelaksanaan rukyat di wilayah yang ditetapkan.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diharapkan:

  • menunggu pengumuman resmi pemerintah;
  • menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi bila terdapat perbedaan;
  • mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan ibadah dan amal kebaikan.

Sumber Resmi dan Referensi

Informasi dalam artikel ini dapat diverifikasi melalui:

  1. Kementerian Agama Republik Indonesia
    https://kemenag.go.id
  2. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
    https://bimasislam.kemenag.go.id
  3. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
    https://www.bmkg.go.id
  4. MABIMS
    Kriteria imkanur rukyat regional Asia Tenggara
  5. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim
    Hadits tentang rukyat hilal
  6. Tafsir Ibnu Katsir
    Penafsiran QS. Al-Baqarah: 185
Berita Keagamaan

Kementerian Agama Perkuat Layanan Konsultasi Wakaf untuk Optimalkan Potensi Aset Umat

Posted on 15 Februari 202615 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Kementerian Agama Perkuat Layanan Konsultasi Wakaf untuk Optimalkan Potensi Aset Umat

Tanggal: 15 Februari 2026
Penulis: Humas
Kategori: Berita Nasional — Wakaf

Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat layanan konsultasi wakaf sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta memastikan pengelolaan wakaf berjalan sesuai ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, masyarakat didorong untuk memanfaatkan layanan konsultasi wakaf yang tersedia di berbagai unit layanan keagamaan.

Layanan konsultasi wakaf memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memahami prosedur perwakafan, mulai dari persyaratan administrasi, pelaksanaan ikrar wakaf, hingga pencatatan resmi. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian hukum serta menjaga keberlanjutan manfaat aset wakaf bagi kepentingan ibadah dan sosial.

Kementerian Agama juga terus melakukan sosialisasi wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan umat yang dapat mendukung pembangunan pendidikan, layanan kesehatan, serta kegiatan sosial keagamaan di berbagai daerah.


“Kami terus mendorong penguatan layanan wakaf agar masyarakat mendapatkan pendampingan yang tepat dan aset wakaf dapat dikelola secara profesional untuk sebesar-besarnya kemaslahatan umat,” ujar perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Selain itu, penguatan kapasitas nazir dan sinergi dengan Badan Wakaf Indonesia menjadi fokus dalam meningkatkan tata kelola wakaf nasional yang transparan dan akuntabel. Pemerintah mengajak masyarakat untuk berkonsultasi sebelum melaksanakan wakaf guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.

Dengan penguatan layanan konsultasi wakaf, diharapkan potensi wakaf nasional dapat dioptimalkan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial keagamaan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber:

  • Website resmi Kementerian Agama RI — https://kemenag.go.id
  • Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam — https://bimasislam.kemenag.go.id
  • Badan Wakaf Indonesia — https://bwi.go.id

Berita Nasional

Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan

Posted on 15 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan
Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan

Khutbah Rasulullah ﷺ Menjelang Ramadhan

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّهُ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْكُمْ شَهْرُ اللَّهِ بِالْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، شَهْرٌ هُوَ عِنْدَ اللَّهِ أَفْضَلُ الشُّهُورِ، وَأَيَّامُهُ أَفْضَلُ الأَيَّامِ، وَلَيَالِيهِ أَفْضَلُ اللَّيَالِي، وَسَاعَاتُهُ أَفْضَلُ السَّاعَاتِ.

هُوَ شَهْرٌ دُعِيتُمْ فِيهِ إِلَى ضِيَافَةِ اللَّهِ، وَجُعِلْتُمْ فِيهِ مِنْ أَهْلِ كَرَامَةِ اللَّهِ، أَنْفَاسُكُمْ فِيهِ تَسْبِيحٌ، وَنَوْمُكُمْ فِيهِ عِبَادَةٌ، وَعَمَلُكُمْ فِيهِ مَقْبُولٌ، وَدُعَاؤُكُمْ فِيهِ مُسْتَجَابٌ.

فَاسْأَلُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ بِنِيَّاتٍ صَادِقَةٍ وَقُلُوبٍ طَاهِرَةٍ أَنْ يُوَفِّقَكُمْ لِصِيَامِهِ وَتِلَاوَةِ كِتَابِهِ، فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ حُرِمَ غُفْرَانَ اللَّهِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْعَظِيمِ.

وَاذْكُرُوا بِجُوعِكُمْ وَعَطَشِكُمْ فِيهِ جُوعَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَعَطَشَهُ، وَتَصَدَّقُوا عَلَى فُقَرَائِكُمْ وَمَسَاكِينِكُمْ، وَوَقِّرُوا كِبَارَكُمْ، وَارْحَمُوا صِغَارَكُمْ، وَصِلُوا أَرْحَامَكُمْ.

وَاحْفَظُوا أَلْسِنَتَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَتَحَنَّنُوا عَلَى أَيْتَامِ النَّاسِ يُتَحَنَّنْ عَلَى أَيْتَامِكُمْ.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ مِنْ ذُنُوبِكُمْ، وَارْفَعُوا إِلَيْهِ أَيْدِيَكُمْ بِالدُّعَاءِ فِي أَوْقَاتِ صَلَوَاتِكُمْ.

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ أَنْفُسَكُمْ مَرْهُونَةٌ بِأَعْمَالِكُمْ فَفُكُّوهَا بِاسْتِغْفَارِكُمْ.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ.

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ.

إِنَّ أَبْوَابَ الْجِنَانِ فِي هَذَا الشَّهْرِ مَفْتُوحَةٌ فَاسْأَلُوا رَبَّكُمْ أَنْ لَا يُغْلِقَهَا عَنْكُمْ

Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Bulan paling utama di sisi Allah; hari, malam, dan waktunya adalah yang paling mulia.

Kalian diundang menjadi tamu Allah. Nafas kalian tasbih, tidur kalian ibadah,
amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan.

Mintalah kepada Allah dengan hati yang suci agar diberi taufik untuk berpuasa
dan membaca Al‑Qur’an. Celaka orang yang tidak mendapatkan ampunan pada bulan ini.

Ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat.
Bersedekahlah, hormati orang tua, sayangi anak kecil, dan sambung silaturahmi.

Jagalah lisan dan pandangan.
Kasihilah anak yatim agar anak yatim kalian dikasihi.

Bertaubatlah kepada Allah dan perbanyak doa pada waktu shalat.

Jiwa kalian tergadai oleh amal; bebaskan dengan istighfar.

Barang siapa memberi buka orang berpuasa akan mendapat ampunan dosa.

Lindungilah diri dari neraka walau dengan setengah kurma.

Pintu surga terbuka — mintalah agar tidak ditutup bagi kalian.

Artikel keagamaan

Jadwal imsakiyah

Posted on 14 Februari 202614 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Jadwal imsakiyah
Layanan Informasi

pma-no-24-tahun-2024-tentang-organisasi-dan-tata-kerja-kantor-urusan-agamapdf

Posted on 14 Februari 202614 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada pma-no-24-tahun-2024-tentang-organisasi-dan-tata-kerja-kantor-urusan-agamapdf
pma-no-24-tahun-2024-tentang-organisasi-dan-tata-kerja-kantor-urusan-agamapdfUnduh
Perundang-undangan

Instrumen Data Mesjid

Posted on 13 Februari 202614 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Instrumen Data Mesjid
INSTRUMEN DATA MESJIDUnduh

Informasi

“Peran KUA dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah di Era Modern”

Posted on 11 Februari 202612 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada “Peran KUA dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah di Era Modern”

Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Keberadaan KUA bukan hanya sebagai tempat pencatatan nikah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, KUA memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut adanya penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan rumah tangga.
🏛️ Tugas dan Fungsi KUA
Secara umum, KUA memiliki beberapa tugas utama:
Pelayanan Pencatatan Nikah dan Rujuk
Memberikan layanan administrasi pernikahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bimbingan Perkawinan (Bimwin)
Membekali calon pengantin dengan pemahaman tentang hak dan kewajiban suami-istri, manajemen konflik, serta ketahanan keluarga.
Pembinaan Keluarga Sakinah
Melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada keluarga agar tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Pelayanan Keagamaan Lainnya
Seperti rekomendasi nikah, konsultasi keagamaan, dan pembinaan kemasjidan.
💍 KUA dan Penguatan Ketahanan Keluarga
Pernikahan bukan hanya akad yang sah secara agama dan negara, tetapi juga amanah besar yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual. Oleh karena itu, melalui program Bimbingan Perkawinan, KUA berupaya memberikan edukasi agar pasangan mampu:
Mengelola komunikasi dengan baik
Menyelesaikan konflik secara bijaksana
Mengatur keuangan keluarga
Menanamkan nilai agama dalam rumah tangga
Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar menekan angka perceraian serta meningkatkan kualitas kehidupan keluarga muslim.
🌱 Transformasi Digital Pelayanan KUA
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, KUA terus bertransformasi melalui digitalisasi sistem, seperti pendaftaran nikah secara online dan integrasi data administrasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Pelayanan yang profesional dan humanis menjadi komitmen KUA dalam melayani umat.
🤝 Penutup
KUA bukan sekadar kantor pencatat pernikahan, tetapi mitra masyarakat dalam membangun keluarga dan kehidupan beragama yang lebih baik. Dengan sinergi antara petugas KUA dan masyarakat, diharapkan terwujud keluarga yang kuat, harmonis, dan diridhai Allah SWT.

Berita kegiatan KUA

  • Februari 2026
  • Desember 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Artikel keagamaan
  • Berita Keagamaan
  • Berita kegiatan KUA
  • Berita Nasional
  • Blog
  • Informasi
  • Layanan Informasi
  • Perundang-undangan

Informasi Waktu Sholat dan Imsakiah 1447 H

KUA Kecamatan Karangpawitan — Kabupaten Garut

Data bersumber dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

Jadwal Sholat Harian

Informasi waktu sholat wilayah Karangpawitan Garut.

Lihat Jadwal

Jadwal Imsakiyah

Jadwal imsak dan buka puasa resmi Kementerian Agama.

Lihat Imsakiyah

Copyright © 2026 KUA KECAMATAN KARANGPAWITAN .

Powered by PressBook WordPress theme