Skip to content
KUA KARANGPAWITAN

KUA KARANGPAWITAN

Profesional,Amanah dan Transparan

  • Beranda
  • Home
  • Profil
    • Sejarah Singkat KUA Karangpawitan
    • Visi dan Misi
    • Wilayah Kerja
    • STRUKTUR ORGANISASI
  • Layanan
  • Artikel
  • Regulasi
    • KMA
    • PMA
    • SURAT EDARAN
    • Surat Keputusan
    • Undang-undang Perkawinan
  • Toggle search form

Penulis: Kamaludin

Mimbar KUA

Posted on 5 Maret 20265 Maret 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Mimbar KUA


Bahaya Narkoba
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin rahimakumullah
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Swt, atas limpahan rahmat dan berkahnya, semoga kita tetap dalam lindungan Allah Swt. Shalawat salam kita curah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kapada keluarganya, shahabatnya dan semua pengikutnya.

Hadirin rahimakumullah
Narkoba singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Ini zat atau obat, baik yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik sintetis (buatan) maupun semi sintetis, yang jika dimasukan ke dalam tubuh manusia dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan atau adiksi. Di sebut juga khamr ialah segala jenis minuman atau zat yang memabukan, menutupi akal sehat, dan diharamkan dikonsumsi sedikit maupun banyak. Istilah ini mencakup minuman beralkohol (arak) dan zat adiktif/psikotropika yang merusak kesadaran, serta diharamkan karena bahaya bagi jiwa, raga, dan agama.

Islam mengharamkan narkoba atau khomr. Ummu Salamah menuturkan:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفَتِّرٍ

Rasulullah SAW melarang setiap zat yang memabukan dan menenangkan. (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Mufattir adalah setiap zat relaksan atau zat penenang yaitu sebagai obat psikotropika. Al-‘Iraqi dan Ibn Taymiyah menukilkan adanya kesepakatan akan keharaman candu/ganja. (Subulus Salam, iv/39, Dar Ihya’ Turats al-‘Arabi).
Islam mengharamkan dan melarang minuman keras, dinilai sebagai kunci semua keburukan dan harus dijauhinya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ    إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُون

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS.Al-Maidah : 90-91)
Rasulullah SAW bersabda :

اِجْتَنِبُوْا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ

Jauhilah khamr, sesungguhnya khmar adalah kunci semua keburukan.(HR.Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Islam mengharamkan narkoba, khamr (miras), memproduksinya, peredaran dan penjualannya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِهَ

Allah melaknat khamr dan melaknat peminumnya, yang menuangkannya, yang memerasnya, yang minta diperaskan, yang membelinya, yang menjualnya, yang membawakannya, yang minta dibawakan dan yang makan harganya. (HR. Ahmad).

Hadirin rahimakumullah
Hukuman bagi orang yang meminum kham…

Blog

Kegiatan The Most KUA

Posted on 2 Maret 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Kegiatan The Most KUA
Blog

Pelayanan pengurusan wakaf

Posted on 24 Februari 202624 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Pelayanan pengurusan wakaf
Pelayanan pengurusan wakaf
Berita kegiatan KUA

Puasa Meningkatkan spiritual

Posted on 20 Februari 202621 Februari 2026 By Kamaludin 2 Komentar pada Puasa Meningkatkan spiritual
Puasa Meningkatkan spiritual

🌙 Puasa sebagai Peningkatan Spiritual

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan latihan ruhani untuk membersihkan jiwa, menata niat, dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam tradisi Islam, puasa dipandang sebagai jalan untuk meningkatkan kesadaran batin (taqwa) dan memperhalus hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri.

✨ 1. Menumbuhkan Kesadaran Ilahi (Taqwa)

 

Puasa melatih kita untuk sadar bahwa Allah selalu mengawasi. Saat menahan diri dari hal yang sebenarnya boleh (makan, minum), kita belajar lebih mudah meninggalkan yang dilarang. Ini menumbuhkan sikap hati-hati dan kedekatan spiritual.

🧠 2. Mengendalikan Nafsu dan Ego

Dengan berpuasa, dorongan jasmani dan keinginan ego ditekan sehingga jiwa lebih jernih. Banyak ulama menyebut puasa sebagai “latihan menguasai diri”, karena ia menguatkan kehendak dan kesabaran.

❤️ 3. Membersihkan Hati

Puasa yang disertai menjaga lisan, pikiran, dan perilaku membantu membersihkan penyakit hati seperti iri, marah, dan sombong. Hati menjadi lebih lembut dan mudah menerima nasihat.

🤲 4. Memperdalam Doa dan Zikir

Saat perut kosong dan hati tenang, doa terasa lebih khusyuk. Banyak orang merasakan kedalaman spiritual yang lebih kuat dalam ibadah selama berpuasa — seakan lebih mudah merasakan kehadiran Ilahi.

🌍 5. Menumbuhkan Empati Sosial

Puasa membuat kita merasakan lapar yang dialami orang lain, sehingga muncul kepedulian dan dorongan untuk berbagi. Ini memperluas dimensi spiritual dari diri pribadi ke tanggung jawab sosial.

—

🪶 Refleksi Singkat

Puasa sejatinya adalah perjalanan dari lahir menuju batin dari menahan fisik menuju penyucian jiwa. Jika dijalani dengan kesadaran, puasa bisa menjadi sarana transformasi: memperhalus akhlak, menenangkan pikiran, dan memperkuat hubungan dengan Allah.

—

Artikel keagamaan

Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah

Posted on 18 Februari 202619 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah
Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah

Keikhlasan merupakan fondasi utama dalam setiap amal ibadah seorang muslim. Ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan akan kehilangan nilai spiritualnya, meskipun tampak baik di mata manusia. Oleh karena itu, menjaga niat semata-mata karena Allah SWT menjadi kunci agar setiap amal diterima dan bernilai pahala.

Makna Ikhlas dalam Islam

Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan manusia untuk beribadah dengan penuh keikhlasan.

Ulama menjelaskan bahwa ikhlas menjadikan amal kecil bernilai besar di sisi Allah, sedangkan riya (pamer ibadah) dapat menghapus pahala amal yang telah dilakukan.

Bahaya Riya dalam Kehidupan Beragama

Riya adalah melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain. Sikap ini sering muncul tanpa disadari, misalnya:

  • memperlihatkan sedekah agar dipuji,
  • memperpanjang ibadah agar dianggap saleh,
  • menampilkan amal kebaikan demi popularitas.

Riya termasuk penyakit hati yang dapat merusak amal dan mengurangi keberkahan hidup.

Cara Menumbuhkan Keikhlasan

Menjaga keikhlasan bukan perkara mudah, namun dapat dilatih melalui beberapa langkah:

✔ meluruskan niat sebelum beramal
✔ menyembunyikan amal kebaikan jika memungkinkan
✔ memperbanyak dzikir dan mengingat Allah
✔ menyadari bahwa hanya Allah yang menilai amal manusia
✔ menghindari keinginan dipuji atau diakui

Dengan melatih keikhlasan, hati akan menjadi lebih tenang dan ibadah terasa lebih ringan.

Keutamaan Amal yang Ikhlas

Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan:

  • mendatangkan ketenangan hati,
  • meningkatkan kualitas keimanan,
  • menghadirkan keberkahan dalam kehidupan,
  • menjadi bekal berharga di akhirat.

Allah SWT menilai amal bukan dari besar kecilnya perbuatan, tetapi dari ketulusan niat pelakunya.

Peran Keluarga dan Masyarakat

Lingkungan keluarga dan masyarakat juga berperan dalam menumbuhkan keikhlasan. Pendidikan agama sejak dini, keteladanan orang tua, serta budaya saling menasihati dalam kebaikan akan membantu membentuk pribadi yang tulus dalam beribadah.

Penutup

Menjaga keikhlasan adalah perjalanan spiritual sepanjang hidup. Setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki niat dalam setiap amal, baik ibadah mahdhah maupun aktivitas sehari-hari. Dengan keikhlasan, amal menjadi bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artikel keagamaan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Posted on 17 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam menjalankan ibadah dan kehidupan.

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi ruhani dan sosial yang sangat penting dalam membentuk pribadi yang bertakwa.

Dari sisi ruhani, puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, menahan amarah, serta memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Melalui puasa, seorang muslim diajak untuk membersihkan hati dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sehingga lahir pribadi yang lebih sabar dan ikhlas.

Dari sisi sosial, puasa menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Rasa lapar yang dirasakan mengingatkan kita akan saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan, sehingga mendorong semangat berbagi melalui sedekah, zakat, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Puasa juga mempererat ukhuwah serta memperkuat kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.

Dengan memahami makna puasa secara menyeluruh, diharapkan kita dapat menjalankan ibadah ini tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial.

Footnote:

  1. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 — kewajiban puasa agar mencapai ketakwaan.
  2. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim — pentingnya menjaga ucapan dan perbuatan saat berpuasa.
  3. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 — puasa sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah.

Demikian kajian singkat ini, semoga memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artikel keagamaan

Persiapan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H

Posted on 16 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Persiapan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Persiapan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Keputusan yang dihasilkan menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.

Sidang Isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan ulama, ahli falak/astronomi, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait guna memastikan penetapan awal bulan Hijriah dilakukan secara syar’i dan ilmiah.


Dasar Syariat Penetapan Awal Ramadhan

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“…Barang siapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menjadi dasar kewajiban berpuasa ketika telah masuk bulan Ramadhan.

Dalil Hadits Nabi SAW

Rasulullah SAW bersabda:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika hilal tertutup awan, maka sempurnakan hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadits ini menjadi landasan metode rukyat dan istikmal dalam menentukan awal bulan.


Metode Penetapan Awal Ramadhan di Indonesia

Penetapan awal Ramadhan di Indonesia menggunakan pendekatan terpadu antara dalil syar’i dan ilmu pengetahuan melalui:

1. Hisab (Perhitungan Astronomi)

Perhitungan posisi bulan untuk mengetahui kemungkinan terlihatnya hilal.

2. Rukyat Hilal

Pengamatan hilal yang dilaksanakan di berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia.

Kriteria yang digunakan mengacu pada kesepakatan negara anggota MABIMS yaitu imkanur rukyat (kemungkinan hilal dapat terlihat).
Data astronomi dan visibilitas hilal didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.


Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H / 2026 M

Berdasarkan informasi resmi Kementerian Agama dan pemberitaan nasional, Sidang Isbat dijadwalkan sebagai berikut:

Hari/Tanggal : Selasa, 17 Februari 2026
Waktu : mulai pukul 16.00 WIB sampai selesai
Tempat : Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta

Sidang dipimpin oleh Menteri Agama dan dihadiri oleh:

  • perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam,
  • Majelis Ulama Indonesia,
  • para ahli falak dan astronomi,
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika,
  • perwakilan lembaga negara dan duta besar negara sahabat.

Pemantauan Hilal Nasional

Pada hari yang sama dilaksanakan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia. Pemantauan dilakukan di puluhan titik strategis sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat.

Hasil rukyat dari daerah akan dilaporkan kepada panitia sidang untuk dibahas sebelum keputusan resmi diumumkan kepada masyarakat.


Tahapan Pelaksanaan Sidang Isbat

Sidang Isbat umumnya dilaksanakan melalui tahapan:

  1. pemaparan posisi hilal oleh pakar astronomi dan ahli falak;
  2. sidang tertutup untuk membahas hasil hisab dan laporan rukyat;
  3. pengumuman resmi penetapan awal Ramadhan kepada masyarakat.

Pelaksanaan sidang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.


Peran KUA dalam Menyambut Ramadhan

Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pelayanan keagamaan, antara lain:

  • menyampaikan hasil Sidang Isbat secara resmi kepada masyarakat;
  • mengimbau umat menjaga persatuan dan toleransi;
  • meningkatkan bimbingan keagamaan menjelang Ramadhan;
  • mendukung pelaksanaan rukyat di wilayah yang ditetapkan.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diharapkan:

  • menunggu pengumuman resmi pemerintah;
  • menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi bila terdapat perbedaan;
  • mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan ibadah dan amal kebaikan.

Sumber Resmi dan Referensi

Informasi dalam artikel ini dapat diverifikasi melalui:

  1. Kementerian Agama Republik Indonesia
    https://kemenag.go.id
  2. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
    https://bimasislam.kemenag.go.id
  3. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
    https://www.bmkg.go.id
  4. MABIMS
    Kriteria imkanur rukyat regional Asia Tenggara
  5. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim
    Hadits tentang rukyat hilal
  6. Tafsir Ibnu Katsir
    Penafsiran QS. Al-Baqarah: 185
Berita Keagamaan

Kementerian Agama Perkuat Layanan Konsultasi Wakaf untuk Optimalkan Potensi Aset Umat

Posted on 15 Februari 202615 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Kementerian Agama Perkuat Layanan Konsultasi Wakaf untuk Optimalkan Potensi Aset Umat

Tanggal: 15 Februari 2026
Penulis: Humas
Kategori: Berita Nasional — Wakaf

Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat layanan konsultasi wakaf sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta memastikan pengelolaan wakaf berjalan sesuai ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, masyarakat didorong untuk memanfaatkan layanan konsultasi wakaf yang tersedia di berbagai unit layanan keagamaan.

Layanan konsultasi wakaf memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memahami prosedur perwakafan, mulai dari persyaratan administrasi, pelaksanaan ikrar wakaf, hingga pencatatan resmi. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian hukum serta menjaga keberlanjutan manfaat aset wakaf bagi kepentingan ibadah dan sosial.

Kementerian Agama juga terus melakukan sosialisasi wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan umat yang dapat mendukung pembangunan pendidikan, layanan kesehatan, serta kegiatan sosial keagamaan di berbagai daerah.


“Kami terus mendorong penguatan layanan wakaf agar masyarakat mendapatkan pendampingan yang tepat dan aset wakaf dapat dikelola secara profesional untuk sebesar-besarnya kemaslahatan umat,” ujar perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Selain itu, penguatan kapasitas nazir dan sinergi dengan Badan Wakaf Indonesia menjadi fokus dalam meningkatkan tata kelola wakaf nasional yang transparan dan akuntabel. Pemerintah mengajak masyarakat untuk berkonsultasi sebelum melaksanakan wakaf guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.

Dengan penguatan layanan konsultasi wakaf, diharapkan potensi wakaf nasional dapat dioptimalkan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial keagamaan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber:

  • Website resmi Kementerian Agama RI — https://kemenag.go.id
  • Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam — https://bimasislam.kemenag.go.id
  • Badan Wakaf Indonesia — https://bwi.go.id

Berita Nasional

Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan

Posted on 15 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan
Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan

Khutbah Rasulullah ﷺ Menjelang Ramadhan

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّهُ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْكُمْ شَهْرُ اللَّهِ بِالْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، شَهْرٌ هُوَ عِنْدَ اللَّهِ أَفْضَلُ الشُّهُورِ، وَأَيَّامُهُ أَفْضَلُ الأَيَّامِ، وَلَيَالِيهِ أَفْضَلُ اللَّيَالِي، وَسَاعَاتُهُ أَفْضَلُ السَّاعَاتِ.

هُوَ شَهْرٌ دُعِيتُمْ فِيهِ إِلَى ضِيَافَةِ اللَّهِ، وَجُعِلْتُمْ فِيهِ مِنْ أَهْلِ كَرَامَةِ اللَّهِ، أَنْفَاسُكُمْ فِيهِ تَسْبِيحٌ، وَنَوْمُكُمْ فِيهِ عِبَادَةٌ، وَعَمَلُكُمْ فِيهِ مَقْبُولٌ، وَدُعَاؤُكُمْ فِيهِ مُسْتَجَابٌ.

فَاسْأَلُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ بِنِيَّاتٍ صَادِقَةٍ وَقُلُوبٍ طَاهِرَةٍ أَنْ يُوَفِّقَكُمْ لِصِيَامِهِ وَتِلَاوَةِ كِتَابِهِ، فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ حُرِمَ غُفْرَانَ اللَّهِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْعَظِيمِ.

وَاذْكُرُوا بِجُوعِكُمْ وَعَطَشِكُمْ فِيهِ جُوعَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَعَطَشَهُ، وَتَصَدَّقُوا عَلَى فُقَرَائِكُمْ وَمَسَاكِينِكُمْ، وَوَقِّرُوا كِبَارَكُمْ، وَارْحَمُوا صِغَارَكُمْ، وَصِلُوا أَرْحَامَكُمْ.

وَاحْفَظُوا أَلْسِنَتَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَتَحَنَّنُوا عَلَى أَيْتَامِ النَّاسِ يُتَحَنَّنْ عَلَى أَيْتَامِكُمْ.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ مِنْ ذُنُوبِكُمْ، وَارْفَعُوا إِلَيْهِ أَيْدِيَكُمْ بِالدُّعَاءِ فِي أَوْقَاتِ صَلَوَاتِكُمْ.

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ أَنْفُسَكُمْ مَرْهُونَةٌ بِأَعْمَالِكُمْ فَفُكُّوهَا بِاسْتِغْفَارِكُمْ.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ.

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ.

إِنَّ أَبْوَابَ الْجِنَانِ فِي هَذَا الشَّهْرِ مَفْتُوحَةٌ فَاسْأَلُوا رَبَّكُمْ أَنْ لَا يُغْلِقَهَا عَنْكُمْ

Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Bulan paling utama di sisi Allah; hari, malam, dan waktunya adalah yang paling mulia.

Kalian diundang menjadi tamu Allah. Nafas kalian tasbih, tidur kalian ibadah,
amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan.

Mintalah kepada Allah dengan hati yang suci agar diberi taufik untuk berpuasa
dan membaca Al‑Qur’an. Celaka orang yang tidak mendapatkan ampunan pada bulan ini.

Ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat.
Bersedekahlah, hormati orang tua, sayangi anak kecil, dan sambung silaturahmi.

Jagalah lisan dan pandangan.
Kasihilah anak yatim agar anak yatim kalian dikasihi.

Bertaubatlah kepada Allah dan perbanyak doa pada waktu shalat.

Jiwa kalian tergadai oleh amal; bebaskan dengan istighfar.

Barang siapa memberi buka orang berpuasa akan mendapat ampunan dosa.

Lindungilah diri dari neraka walau dengan setengah kurma.

Pintu surga terbuka — mintalah agar tidak ditutup bagi kalian.

Artikel keagamaan

Jadwal imsakiyah

Posted on 14 Februari 202614 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Jadwal imsakiyah
Layanan Informasi

Paginasi pos

1 2 3 Berikutnya
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Desember 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Artikel keagamaan
  • Berita Keagamaan
  • Berita kegiatan KUA
  • Berita Nasional
  • Blog
  • Informasi
  • Layanan Informasi
  • Perundang-undangan

KUA Kecamatan Karangpawitan

📍 Jl. Syech Nuryayi No 11
☎ Telp: (0262) 444787
📧 Email: kuakarangpawitan320502@gmail.com
🕒 Senin–Jumat 08.00–16.00 WIB

Layanan

  • Pendaftaran Nikah
  • Konsultasi Keluarga
  • Bimbingan Perkawinan
  • Rekomendasi Nikah
  • Layanan Informasi

Kontak Cepat

💬 Chat WhatsApp

Website Kementerian Agama


© 2026 KUA Kecamatan Karangpawitan — Kementerian Agama Republik Indonesia

Copyright © 2026 KUA KARANGPAWITAN .

Powered by PressBook WordPress theme