Skip to content
KUA KECAMATAN KARANGPAWITAN

KUA KECAMATAN KARANGPAWITAN

Profesional,Amanah dan Transparan

  • Home
  • Profil
    • Visi Dan Misi
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Sejarah Singkat KUA Karangpawitan
    • Kedudukan Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Motto KUA
    • Wilayah Kerja
  • Pelayanan
    • Surat Pemohonan Keterangan
    • Permohonan ID Mesjid
    • Bimbingan Keluarga Sakinah
    • Kemesjidan
    • Pernikahan
    • Zakat dan Wakaf
    • Jadwal Nikah KUA Karangpawitan
  • Regulasi
    • Undang-undang Perkawinan
    • SURAT EDARAN
    • KMA
    • PMA
  • Atikel
  • Tautan
  • Penyuluh Agama
    • Profil Penyuluh
      • Pengertian Penyuluh Agama
      • Tugas dan Fungsi Penyuluh
      • Wilayah Binaan
      • Daftar Nama Penyuluh
    • Program Penyuluhan
      • Keluarga Sakinah
      • Moderasi Beragama
      • Pembinaan Masyarakat
      • Pemberdayaan Zakat dan Wakaf
    • Kegiatan penyuluhan
    • Materi Penyuluhan
    • konsultasi
    • Regulasi Penyuluh
    • Data Penyuluh
  • Galery
  • Toggle search form

Kategori: Artikel keagamaan

Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah

Posted on 18 Februari 202618 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah: Kunci Diterimanya Amal di Sisi Allah

Keikhlasan merupakan fondasi utama dalam setiap amal ibadah seorang muslim. Ibadah yang dilakukan tanpa keikhlasan akan kehilangan nilai spiritualnya, meskipun tampak baik di mata manusia. Oleh karena itu, menjaga niat semata-mata karena Allah SWT menjadi kunci agar setiap amal diterima dan bernilai pahala.

Makna Ikhlas dalam Islam

Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian, penghargaan, atau pengakuan dari manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan manusia untuk beribadah dengan penuh keikhlasan.

Ulama menjelaskan bahwa ikhlas menjadikan amal kecil bernilai besar di sisi Allah, sedangkan riya (pamer ibadah) dapat menghapus pahala amal yang telah dilakukan.

Bahaya Riya dalam Kehidupan Beragama

Riya adalah melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain. Sikap ini sering muncul tanpa disadari, misalnya:

  • memperlihatkan sedekah agar dipuji,
  • memperpanjang ibadah agar dianggap saleh,
  • menampilkan amal kebaikan demi popularitas.

Riya termasuk penyakit hati yang dapat merusak amal dan mengurangi keberkahan hidup.

Cara Menumbuhkan Keikhlasan

Menjaga keikhlasan bukan perkara mudah, namun dapat dilatih melalui beberapa langkah:

✔ meluruskan niat sebelum beramal
✔ menyembunyikan amal kebaikan jika memungkinkan
✔ memperbanyak dzikir dan mengingat Allah
✔ menyadari bahwa hanya Allah yang menilai amal manusia
✔ menghindari keinginan dipuji atau diakui

Dengan melatih keikhlasan, hati akan menjadi lebih tenang dan ibadah terasa lebih ringan.

Keutamaan Amal yang Ikhlas

Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan:

  • mendatangkan ketenangan hati,
  • meningkatkan kualitas keimanan,
  • menghadirkan keberkahan dalam kehidupan,
  • menjadi bekal berharga di akhirat.

Allah SWT menilai amal bukan dari besar kecilnya perbuatan, tetapi dari ketulusan niat pelakunya.

Peran Keluarga dan Masyarakat

Lingkungan keluarga dan masyarakat juga berperan dalam menumbuhkan keikhlasan. Pendidikan agama sejak dini, keteladanan orang tua, serta budaya saling menasihati dalam kebaikan akan membantu membentuk pribadi yang tulus dalam beribadah.

Penutup

Menjaga keikhlasan adalah perjalanan spiritual sepanjang hidup. Setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki niat dalam setiap amal, baik ibadah mahdhah maupun aktivitas sehari-hari. Dengan keikhlasan, amal menjadi bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artikel keagamaan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Posted on 17 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam menjalankan ibadah dan kehidupan.

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi ruhani dan sosial yang sangat penting dalam membentuk pribadi yang bertakwa.

Dari sisi ruhani, puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, menahan amarah, serta memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Melalui puasa, seorang muslim diajak untuk membersihkan hati dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sehingga lahir pribadi yang lebih sabar dan ikhlas.

Dari sisi sosial, puasa menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Rasa lapar yang dirasakan mengingatkan kita akan saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan, sehingga mendorong semangat berbagi melalui sedekah, zakat, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Puasa juga mempererat ukhuwah serta memperkuat kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.

Dengan memahami makna puasa secara menyeluruh, diharapkan kita dapat menjalankan ibadah ini tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial.

Footnote:

  1. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 — kewajiban puasa agar mencapai ketakwaan.
  2. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim — pentingnya menjaga ucapan dan perbuatan saat berpuasa.
  3. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 — puasa sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah.

Demikian kajian singkat ini, semoga memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artikel keagamaan

Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan

Posted on 15 Februari 202617 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan
Khutbah Rosulullah Saw menjelang Bulan Ramadhan

Khutbah Rasulullah ﷺ Menjelang Ramadhan

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّهُ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْكُمْ شَهْرُ اللَّهِ بِالْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، شَهْرٌ هُوَ عِنْدَ اللَّهِ أَفْضَلُ الشُّهُورِ، وَأَيَّامُهُ أَفْضَلُ الأَيَّامِ، وَلَيَالِيهِ أَفْضَلُ اللَّيَالِي، وَسَاعَاتُهُ أَفْضَلُ السَّاعَاتِ.

هُوَ شَهْرٌ دُعِيتُمْ فِيهِ إِلَى ضِيَافَةِ اللَّهِ، وَجُعِلْتُمْ فِيهِ مِنْ أَهْلِ كَرَامَةِ اللَّهِ، أَنْفَاسُكُمْ فِيهِ تَسْبِيحٌ، وَنَوْمُكُمْ فِيهِ عِبَادَةٌ، وَعَمَلُكُمْ فِيهِ مَقْبُولٌ، وَدُعَاؤُكُمْ فِيهِ مُسْتَجَابٌ.

فَاسْأَلُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ بِنِيَّاتٍ صَادِقَةٍ وَقُلُوبٍ طَاهِرَةٍ أَنْ يُوَفِّقَكُمْ لِصِيَامِهِ وَتِلَاوَةِ كِتَابِهِ، فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ حُرِمَ غُفْرَانَ اللَّهِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْعَظِيمِ.

وَاذْكُرُوا بِجُوعِكُمْ وَعَطَشِكُمْ فِيهِ جُوعَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَعَطَشَهُ، وَتَصَدَّقُوا عَلَى فُقَرَائِكُمْ وَمَسَاكِينِكُمْ، وَوَقِّرُوا كِبَارَكُمْ، وَارْحَمُوا صِغَارَكُمْ، وَصِلُوا أَرْحَامَكُمْ.

وَاحْفَظُوا أَلْسِنَتَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَتَحَنَّنُوا عَلَى أَيْتَامِ النَّاسِ يُتَحَنَّنْ عَلَى أَيْتَامِكُمْ.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ مِنْ ذُنُوبِكُمْ، وَارْفَعُوا إِلَيْهِ أَيْدِيَكُمْ بِالدُّعَاءِ فِي أَوْقَاتِ صَلَوَاتِكُمْ.

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ أَنْفُسَكُمْ مَرْهُونَةٌ بِأَعْمَالِكُمْ فَفُكُّوهَا بِاسْتِغْفَارِكُمْ.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ.

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ.

إِنَّ أَبْوَابَ الْجِنَانِ فِي هَذَا الشَّهْرِ مَفْتُوحَةٌ فَاسْأَلُوا رَبَّكُمْ أَنْ لَا يُغْلِقَهَا عَنْكُمْ

Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Bulan paling utama di sisi Allah; hari, malam, dan waktunya adalah yang paling mulia.

Kalian diundang menjadi tamu Allah. Nafas kalian tasbih, tidur kalian ibadah,
amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan.

Mintalah kepada Allah dengan hati yang suci agar diberi taufik untuk berpuasa
dan membaca Al‑Qur’an. Celaka orang yang tidak mendapatkan ampunan pada bulan ini.

Ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat.
Bersedekahlah, hormati orang tua, sayangi anak kecil, dan sambung silaturahmi.

Jagalah lisan dan pandangan.
Kasihilah anak yatim agar anak yatim kalian dikasihi.

Bertaubatlah kepada Allah dan perbanyak doa pada waktu shalat.

Jiwa kalian tergadai oleh amal; bebaskan dengan istighfar.

Barang siapa memberi buka orang berpuasa akan mendapat ampunan dosa.

Lindungilah diri dari neraka walau dengan setengah kurma.

Pintu surga terbuka — mintalah agar tidak ditutup bagi kalian.

Artikel keagamaan

KEMENAG DENGAN MODERASI BERAGAMA

Posted on 9 Oktober 202514 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada KEMENAG DENGAN MODERASI BERAGAMA

KEMENAG GARDA TERDEPAN DALAM MODERASI BERAGAMA
Oleh: Kamaludin
Staf KUA Karangpawitan

Kementerian Agama (Kemenag) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Sebagai lembaga yang menaungi seluruh urusan kehidupan beragama, Kemenag hadir tidak hanya sebagai pengatur kebijakan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mewujudkan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Moderasi beragama merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara komitmen terhadap ajaran agama dengan penghormatan terhadap keberagaman. Dalam konteks Indonesia yang plural, moderasi beragama menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kemenag berkomitmen untuk menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama melalui berbagai program dan kegiatan, baik di lingkungan pendidikan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.

Melalui pelatihan, sosialisasi, dan pembinaan terhadap tokoh agama, penyuluh, dan masyarakat, Kemenag terus berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi, anti kekerasan, dan penghargaan terhadap perbedaan. KUA sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam menjalankan misi moderasi beragama ini. Setiap staf dan penyuluh agama diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan sikap moderat, baik dalam pelayanan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, Kemenag juga berperan aktif dalam membangun komunikasi lintas agama melalui forum-forum kerukunan umat beragama. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan suasana yang harmonis dan damai di tengah potensi perbedaan pandangan keagamaan.

Dengan semangat kebersamaan, Kemenag berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam moderasi beragama. Moderasi bukan hanya slogan, tetapi sebuah gerakan nyata untuk mewujudkan kehidupan beragama yang damai, toleran, dan berkeadilan bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

Melalui kerja keras dan keteladanan para pegawai Kemenag, termasuk di tingkat KUA seperti di Karangpawitan, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama dapat tertanam kuat di tengah masyarakat. Sehingga, Indonesia tetap menjadi bangsa yang rukun, damai, dan beradab dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Artikel keagamaan

Khutbah Jumat

Posted on 15 Agustus 202514 Februari 2026 By Kamaludin 1 Komentar pada Khutbah Jumat

PENTINGNYA TOLERANSI DALAM BERAGAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه امّا بعد:
أيّها الحاضرنن
” أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ, وَالسَّمْعِ وَالطَّاعةِ, وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ, فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا, فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ, عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ, وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ, فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةً ضَلاَلَةٌ.”
ايها المسنتمعون الكرام أسمعواوافهموا ماقال ربكم في القرآن الكريم لعلكم تذكّرون
اعوذ با لله اسميع العليم من الشيطاان الرجيم:
وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِيْنَ ࣖ وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
صدق الله العظيم
Hadirin Sidang Jumat Yang dirahmati Allah.
Pada Kesempatan Yang berbahagia dan penuh berkah ini, izinkan saya sebagai kahatib mengajak dan mengingatkan untuk senantiasa meningkatkan Kualitas ,ketaqwaan Kita kepada Allah swt, karena hanya ketaqwaan lah yang akan menjadikan kita semua sebagai makhkuk yang Paling Mulia disisi Allah swt..
Diantara Upaya dalam meningkatkan kualitas ketaqwaan adalah dengan senantiasa berpegang teguh kepada Ajaran Ajaran Suci yang di ajarkan Oleh Nabi kita Nabi Muhamamad saw, yang sekaligus menjadi Pedoman Kita dalam melangkah mengarungi kehidupan dunia ini Dan akhir nya Menghantarkan Kita pada Kebaahagiaan Kita yang Hakiki .
Hadirin sidang jumat Yang dirahmati Allah,
Salah satu ajaran Nabi kita yang mulia adalah, Menjadikan Agama sebagai Jalan kita Dalam kehidupan, Bukan hanya sebatas simbol simbol saja, Karena esensi dari Agama sendiri adalah Jalan yang harus kita tapaki dan Lalui bahkan lebih dari itu Agama harus menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan Dari Diri kita,
Dalam Kehidupan Kita sehari hari tidak jarang kita menyaksikan perbuatan yang berbeda beda, ada yang memperlihatkan kesantunan yang menawan, menampakan rasa kasih sayang kepada sesama dengan memberikan berbagai santunan, Di lain waktu kita menyaksikan perbuatan yang penuh keberingasan seakan singa lapar yang siap menerkam lawan nya, ada juga yang menampakan seperti para Biksu yang senantiasa membasahi Lidahnya dengan kalimat kalimat suci ,tetapi disaat yang sama Dia membiarkan Orang lain kelaparan atau tidak perduli dengan ketidakadilan yang terjadi disekitarnya,
Dari contoh contoh tersebut Tidak jarang semuanya mengatasnamakan Agama nya,
Maka kita mulai berpikir sebenarnya Bagaimana Agama itu .
Hadirin Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Dari Apa yang telah saya sebutkan diatas sebetulnya hanya memberikan sebagian Gambaran dari Cara Orang menjalankan Agama Nya, Atau disebut juga dengan Cara beragama..
Maka Dari Itulah Pada kesempatan Yang berbahagia Ini, Didalam khutbah saya pada kesempatan Ini akan sedikit menjelaskan Cara lain dalam beragama atau berprilaku dalam menjalankan Agama,
Yang sesuai dengan kondisi Negara Indonesia yang Kita Cintai.yang Sangat kaya dengan Perbedaan, Baik Perbedaan Dari Suku dan Ras, Adat istiadat dan bahkan dalam hal Keyakinan dalam Agama..Tetapi Hal yang patut kita syukuri dan Kita Banggakan Meskipun keadaan Indonesia seperti yang disebutkan dalam hal beragam nya Budaya,adat, Bahasa,Suku,ras dan Agama tetapi Masih tetap ada dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda tapi satu Tujuan,
Dan diperkuat Lagi dengan Nilai Nilai Pancasila yang merupakan Dasar Negara Kita, yang didalam nya terkandung Nilai nilai Luhur yang sesuai dengan Ajaran Semua Agama Bangsa Indonesia., Maka Dengan Demikian sangatlah Penting Memelihara Semuanya itu dengan Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Beragama“
Sikap Toleransi Dalam Pengertian Saling menghargai, Membolehkan dan Memaklumi adanya Perbedaan semua itu sebagai Rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Sikap toleran ini dalam Bahasa Arab sepadan dengan Kata Tasamuh ,yang Menurut Kamus Mu’Jam Muasyarah di artikan dengan Ikhtiromu aqaidul Akhorin, Menghormati keyakinan
orang lain..
Alquranul Karim yang merupakan Pedoman dalam kehidupan kita meskipun secara tersurat tidak menyebutkan Keharusan bersikap Tasamuh, Tetapi secara Tersirat banyak ayat Yang menunjukan hal tersebut , Contohnya Didalam Alquran Surat Yunus ayat 40- 41;
وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِيْنَ ࣖ وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
40. Di antara mereka ada orang yang beriman padanya (Al-Qur’an), dan di antara mereka ada (pula) orang yang tidak beriman padanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41. Jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), katakanlah, “Bagiku perbuatanku dan bagimu perbuatanmu. Kamu berlepas diri dari apa yang aku perbuat dan aku pun berlepas diri dari apa yang kamu perbuat.”
Dari Kedua ayat tersebut, Meskipun Tidaksecara Jelas mengatakan harusnya Bersikap Toleransi ketika adanya perbedaan, Tetapi secara Makna bisa Juga menjadi Dalil Bahwa Saling Menghormati,menghargai ketika adanya perbedaan adlah salah satu Hal yang Allah perintahkan, Dan Untuk Saling Menyayangi serta saling menghormati lah Mengapa Allah Menjadikan Ciptaannya dengan keadaan yang berbeda beda..
Selain Dari ayat tersebut yang Menjadi dalil keharusan bersikapToleran, adalagi yang secara Jelas Bagaimana Rosulullah Yang merupakan Panutan dan panduan Kita dalam Beragama memberikan Pelajaran Kepada Kita tentang Pentingnya Bersikap Toleran ,Sebagai mana dikisahkan,
“Suatu hari Nabi Muhammad diberitahu akan datangnya delegasi umat Nasrani Najran. Rombongan itu diperkirakan berjumlah enam puluh orang. Mereka sengaja ingin menemui Nabi Muhammad untuk mengajak diskusi atau berdebat tentang persoalan-persoalan teologi (ketuhanan). Ketika utusan kaum Nasrani Najran tiba, Nabi mempersilakan mereka turun di masjid.
Manakala waktu salat mereka tiba, para delegasi itu meminta izin Nabi untuk salat di masjidnya. Para sahabat bekeberatan dengan permintaan mereka itu. Dalam pikiran mereka, orang-orang kafir itu tidak patut melakukan kegiatan ibadah keagamaan di masjid. Tetapi Nabi justru mengizinkan. Beliau membiarkan mereka salat di masjid. Mereka kemudian salat di sana. Usai kebaktian, mereka mengajak Nabi berdiskusi. Nabi menyambut mereka dan mempersilakan masjid sebagai tempat diskusi. Beliau menerima ajakan itu dengan lapang dan dan pikiran terbuka. Beliau menanggapi pertanyaan-pertanyaan dan kritik-kritik mereka dengan cara yang paling santun. Meskipun dalam perdebatan itu mereka kemudian kalah, beliau tidak memaksa mereka masuk Islam, tetapi memberikan mereka kebebasan untuk memilih. Manakala mereka tiba kembali ke negerinya,sebagian di antara mereka masuk Islam.” (Ibn Hisyam, al-Sirah al-Nabawiyyah, II/158; Wahidi dalam Asbab al-Nuzul, h. 66 dan al-Rahiq al-Makhtum, h. 532-533).[]
Hadirin Sidang Jumat Yang dirahmati Allah…..
Dari Uraian Singkat diatas, Memberi kan penjelasan kepada Kita bahwa Sikap Toleran dalam Kehidupan beragama, adalah merupakan Ajaran Alquran, dan Sekaligus yang merupakan Sunnah Nya Rosulullah Saw,maka Oleh Karena itu marilah Kita semua Tingkatkan Ukhuwah kita dengan sesama dengan tanpa Dihalangi oleh adanya berbagai perbedaaan, sebaliknya mari kita Jadikan berbagai perbedaan yang ada ini Sebagai Alasan Kita untuk senantiasa bersyukur dengan Rahmatnya Allah yang telah menjadikan kita berbeda beda tetapi tetap dalam bingkai persaudaraan, dan Hal itu menjadikan Kita sebagai Muslim Yang senantiasa berpegang teguh pada Alquran Dan Sunnah nya Rosulullah saw
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Ke 2

الحمد لله على إحسانه، والشُّكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحدَه لا شريك له تعظيمًا لشانه، وأشهد أنَّ محمَّدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلَّى الله عليه وعلى آله وصحابته وسلَّم تسليمًا كثيرًا.

أمَّا بعدُ: فيا عباد الله:
اتَّقوا الله – تعالى – ولا تموتنَّ إلا وأنتم مسلمون، واعتَصِموا بحبل الله جميعًا ولا تفرَّقوا، واذكُروا نعمةَ الله عليكم، وتمسَّكوا بكتاب ربِّكم، فإنَّ أصدَق الحديث كتاب الله، وخيرَ الهدي هدي رسول الله، واحذَرُوا البِدَع والمحدَثات، فإنَّ شرَّ الأمور مُحدَثاتها، وكلَّ بدعة ضَلالة، الزَمُوا جماعةَ المسلمين، فإنَّ يدَ الله مع جماعة المسلمين، ومَن شذَّ عنهم شذَّ في النار.
Hadirin Sidang jumat Rahimakumullah…
Dalam Khutbah Ke Dua Ini,Saya menegaskan Kembali apa yang telah saya jelaskan sebelumnya,mengenai betapa pentingnya Terus Mengembangkan Sikap Toleran dalam kehidupan beragama kita, karena dengan demikian Berarti Kita telah Menjaga Nilai nilai Ajaran Agama Islam Yang kita yakini, Karena Bersikap Toleran bukan berarti Kita Tidak memiliki keyakinan yang kuat akan Kebenaran ajaran Yang kita anut,Melainkan sebagai Bentuk Nyata dari Mengamalkan Pesan Pesan Keagamaan yang kita Yakini ,yang Mana Agama kita adalah agama yang menyebarkan Kasih Sayang kepada Sesama tanpa memandang Perbedaan yang ada diantara kita,
Selebihnya Dari Itu, dengan terus mengembangkan Sikap Toleran berarti kita sedang mengekspresikan Rasa Syukur Kta kepada Allah Dengan terus Menjaga keharmonisan diantara sesama secara Khusus sesama Anak Bangsa yang beragam suku, Budaya Dan keyakinan, dan dengan itu kita telah ikut serta dalam Menjaga keutuhan NKRI, Yang dibangun diatas Lima Pondasi Kehidupan Dalam Berbangsa dan Bernegara, yang Terangkum dalam Pancasila,
Akhirnya mari Kita terus Memohon Kepada Allah Swr Agar senantiasa Terus menjaga Kita semua dari segala bahaya akibat perpecahan yang ditimbukan oleh sikap arogansi kita atau karena sikap Merasa kita yang paling benar, Aamin Ya Robbal .aalamin
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin…

ثم اعلَمُوا أنَّ الله – سبحانه وتعالى – أمرَكُم بأمرٍ بدأ فيه بنفسه؛ فقال – جلَّ من قائل –
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صلِّ وسلِّم على عبدك ورسولك محمد، البشير النذير، والسراج المنير، وارضَ اللهم عن الأربعة الخلفاء الراشدين المهديين: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعلي، وعن بقيَّة الصحابة، وعن التابعين، وتابعي التابعين، ومَن تَبِعَهم بإحسانٍ إلى يوم الدين، وعنَّا معهم بعفوك وكرمك وإحسانك يا أرحم الراحمين.
اللهم أعزَّ الإسلام والمسلمين، وأذلَّ الشرك والمشركين، ودمِّر أعداء الدين، وانصُر عبادك الموحِّدين.
اللهم ادفَع عنَّا الغَلاء والرِّياء، والربا والزنا والزلازل والمِحَن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن، عن بلدنا هذا خاصَّة، وعن سائر بلاد المسلمين عامَّة يا رب العالمين.
اللهم آمنَّا في أوطاننا، وأصلِح واحفظ ولاة أمورنا.
اللهم وفِّقهم لما فيه عزُّ دِينك ونصْر أمَّة الإسلام.
اللهم اجعَلْهم هُداةً مُهتَدِين صالحين مُصلِحين.
اللهم ارزُقهم البطانةَ الصالحة الناصحة لدِينها وأمَّتها، وأبعدْ عنهم بطانةَ السوء يا حي يا قيوم.
بَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
عباد الله:
أنَّ الله يأمُر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القُربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغْي، يعظُكم لعلَّكم تذكَّرون، وأوفوا بعهد الله إذا عاهَدتُهم، ولا تنقضوا الأيمان بعد توكيدها، وقد جعَلتُم الله عليكم كفيلًا، إنَّ الله يعلم ما تفعلون.
واذكُروا الله العظيم الجليل يذكُركم، واشكُروه على نِعَمِه يزدْكم، ولَذِكرُ الله أكبر، والله يعلَمُ ما تصنَعون.

Artikel keagamaan

Menghargai jasa pahlawan

Posted on 9 Agustus 202514 Februari 2026 By Kamaludin 2 Komentar pada Menghargai jasa pahlawan

Yudi munandar ,S.pdi.Penyuluh Agama Islam di kecamatan karangpawitan dalam kegiatan melaksanakan tugas kepenyuluhan nya di sebuah majlis taklim binaan nya majlis taklim Al-Ikhlas.menyampaikan pentingnya menghargai dan melanjutkan perjuangangan Para pahlawan yang telah berjasa besar memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan bangsa belanda dan jepang. Beliau juga mengutip salah satu ungkapan Bung Karno yang merupakan founding father dari bangsa ini “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Belia menekankan juga salah satu bentuk rasa bersyukur kita kepada Allah SWT adalah dengan cara bebersyukur dengan carara berterima kasih kepada orang orang orang yang telah menghantarkan Nikmat Allah kepada kita sebaga mana sabda Rosulullah saw “Tidak akan bisa beeayukur kepasa Allah. Orang tidak bisa berayukur kepasa Manusia. yang dalam hal ini terutama yang berkaitan dengan peringatan kemerdekaan indonesia yang ke 80.para pahalwan lah yang dengan keringat dan darah suci mereka telah menghantarkan nikmat Allah itu kepada kita semua.
Diantara cara kita bersyukur atas jasa mereka adalah melanjutkan perjuangan mereka .Beliau menegaskan rasa ayukur kita kepada mereka pada saat ini adalah. Dengan terus menjaga trus cita cita mereka dengan bangsa ini.ikut serta mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat ibdonesia.merawat kebinekaan ikut menjaga NKRI dari segala ronggrongan yang mengancam keutuhan dan kesatauan NKRI. Lebih jauh lagi beliau mengaskan dalam memperingati kemerdekaan ini mari kita tingkatakan ukhuwah(persaudaraan) diantara kita. baik karena dalam ukhuwah wathoniah(persaudaraan sebangsa dan setanah air) atau pun lebih luas lagi ukhwtun insaniah(persaudaraan sesama mansia)maka insya Allah dengan memelihara kedua nya itu kita telah bersyukur kepada para pahlawan yang berjasa dalam kemerdekaan dan dan sekaligus akan mendatangkan Rahmat Allah kepada bangsa dan tanah air yang kita cintai ini.

Artikel keagamaan

Tiga hari bersama penghuni surga

Posted on 2 Agustus 202514 Februari 2026 By Kamaludin Tak ada komentar pada Tiga hari bersama penghuni surga

TIGA HARI BERSAMA PENGHUNI SURGA

Didalam Sebuah Hadits yang diriwayatkan Oleh Ahmad dan An-Nasa’i,Anas bin Malik menceritakan kejadian yang dialaminya pada sebuah Majlis Rosululloh Saw,

Anas Bercerita “ Pada suatu Hari Kami sedang duduk bersama Rosululloh Saw,kemudian Beliau Berkata,sebentar lagi akan muncul dihadapan kalian Seorang laki-laki Penghuni Surga.”

Tiba tiba muncullah seorang laki-laki dari Suku Anshar yang janggutnya basah dengan air wudlunya,Dia mengikat Kedua sandalnya pada tangan sebeleh kirinya”

Esok Harinya,Rosulullohh Saw berkata sebagaimana yang  telah lalu, bahawa akan datang seorang laki-laki Penghuni surga,” Dan kemudian muncululah Laki-laki yang sama seperti hari sebelumnya, Begitulah Nabi mengulangi kata kata itu  sampai tiga kali (dalam 3 hari).

Dan Orang yang datang pun masih laki –laki yang sama dengan laki laki yang datang pada  2 hari sebelumnya.

Ketika Majlis Rosulullh Saw selesai,Abdullah  bin Amr bin Al-Ash.ra.mencoba mengikuti laki-laki yang kata Rosulloh Saw adalah Penghuni surga itu,.kemudian Dia (Abdullah Bn Amr bin Al-Ash ) berkata kepadanya.: Saya ni bertengar dengan Ayah saya,dan Saya Berjanji kepada Ayah saya bahwa selama 3 hari saya tidak akan menenmuinya.Maukah kamu memberi Tempat menginap buat saya selama hari hari itu?. Orang itu pun menyetujuinya, dan kemudian Abdullah bin Amr bbin Al-Ash  Mengikuti laki-laki itu ke Rumahnya.,Dan tidurlah Abdullah bin Amr di Rumah Orang itu selama 3 malam. Selama Tiga malam itu Abdullah Bin Amr ingin menyaksikan kegiatan Ibadah yang dilakukan oleh orang tersebut yang dengan nya RosulullohSaw menyebut Dia sebagai penghuni Surga.

Kata Abdullah, Setelah lewat Tiga hari itu Aku tidak menyaksikan ibadah istimewa yang dia lakukan, sampai sampai aku meremehkan Amalan amalanya. Lalu aku berkata kepadanya,

Hai Hamba Allah,Sebenarnya Aku tidak bertengkar dengan ayah ku,dan tidak juga berjanji untuk tidak menenmuinya selama Tiga hari, Tetapi Aku mendengar Rosululloh Saw Berkata tentang dirimu sampai tiga kali ,bahwa akan datang seseorang penghuni Surga, dan ternyata Orang yang dikatakan oleh Rosululloh Adalah dirimu, maka oleh karena itu, Aku ingin memperhatikan amalanmu supaya aku dapat menirunya, Mudah mudahan dengan Amal yang sama aku mencapai kedudukanmu.”

Lalu Orang tu berkata: “Yang aku lakukan tidak lebih dari yang Engkau saksikan selama ini” Ketika aku mau berpaling kata Abdullah,Dia memanggilku lagi kemudian berkata”

Demi Allah,Amalku tidak lebih dari apa yang Engkau saksikan itu,hanya saja aku tidak pernah menyimpan niat buruk kepada kaum muslimin, dan aku tidak pernah menyimpan Rasa dengki kepada Mereka atas   kebaikan Yang Allah Berikan Kepada Mereka.”

Lalu Abdullah Bin Amr Al-Ash Berkata:”beginilah bersihnya Hatimu dari perasaan dengki,inilah tampaknya yang menyebabkan Engkau sampai ke tempat yang terpuji itu, inilah yang tidak pernah bisa Kami Lakukan.”

Memberikan Hati yang bersih, tidak menyimpan prasangka buruk terhadap kaum Muslimin,keliatannya sederhana tetapi justru amal itulah yang sulit kita lakukan.

Mungkin kita mmpu berdiri dimalam hari,sujud dan rukuk dihadapan Allahswt,akan tetapi amat sulit bagi kita menghilangkan kedengkian kepada sesama kaum muslimin,hanya karena kita duga pahamnya berbeda dengan kita,atau hanya karena kita pikir bahwa dia berasal dari golongan yang berbeda dengan kita.Atau hanya karena Allah berikan kelebihan kepada Mereka.dan kelebihan itu tidak kita miliki”

Inilah justru yang yang tidak mampu Aku Lakukan,” Kata abdullah bin Amr al-Ash(Hayat Al-shahabah, Jilid Ke 2 hal 520-521)

  Masih dihalaman yang sama, Al-Kandahlawi menceritakan suatu hadits tentang Seorang sahabat yang bernama Abu Dujanah,

Ketika Abu Dujanah Sakit Keras,Sahabat yang lain berkunjung kepadanya, Tetapi hal yang menakjubkan adalah,Walaupun Wajah Abu dujanah itu Pucat Pasi tetapi tetap memancarkan cahayanya,(bahkan pada Akhir hayatnya),Kemudian sahabatnya bertanya kepadanya, Apa yang yang menyebabkan Wajah anda bersinar?”/ Abu Dujanah menjawab: “Ada Amal yang tidak pernah Aku tinggalkan dlam hidup ini, Pertama,Aku tidak pernah berbicara sesuatu yang tidak ada manfaatnya, Kedua,Aku selalu menghadapi Kaum muslim dengan hati yang bersih,Yang Oleh Alquran disebut dengan Qalbun salim.

Alquran Menyebut Qalbun salim Ketika Allah Swt berfirman tentang suatu hari dihari qiamat.,ketika tidak ada  orang yang akan selamat dengan harta dan kekayaanya kecuali yang membawa hati yang bersih.

( يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89

Pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Qs 26: 88-89)

Didalam Islam,Rosulullah  Saw Yang Mulia Sejak awal Dakwahnya mengajarkan kepada Kaum Muslim untuk memperlakukan Kamu Muslim yang lain sebagai saudara saudaranya.

Bahkan Alquran Menjelaskan Salah satu Tanda Tanda  orang yang beriman Adalah Menjalin Persaudaraan Dengan sesama Kaum Muslim yang Lain.

Pada Kesempaytan Lain Rosulullah Saw berkata:” Tidak Beriman Seseorang  Sebelum mencintai saudara nya seperti mencintai dirinya.

Akhirnya Semoga Allah Mengaruniakan Kepada kita Kekuatan untuk Beribadah kepada-nya .dan Mengkaruniakan kepada Kita Hati yang bersih yaitu Hati yang memliki Rsa Kasih dan sayang kepada sesama Kaum Muslimin, bahkan Kepada Seluruh manusia

Dan Seperti itulah Posisi agama Islam Yang kita yakini ini, Islam Adalah Rahmat Bagi seluruh Alam. Artinya Pemeluknya harus memiliki Rasa kasih dan sayang kepada sesama.

Wallahu Al-Al’Alam)

Artikel keagamaan

  • Februari 2026
  • Desember 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Artikel keagamaan
  • Berita Keagamaan
  • Berita kegiatan KUA
  • Berita Nasional
  • Blog
  • Informasi
  • Layanan Informasi
  • Perundang-undangan

Informasi Waktu Sholat dan Imsakiah 1447 H

KUA Kecamatan Karangpawitan — Kabupaten Garut

Data bersumber dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

Jadwal Sholat Harian

Informasi waktu sholat wilayah Karangpawitan Garut.

Lihat Jadwal

Jadwal Imsakiyah

Jadwal imsak dan buka puasa resmi Kementerian Agama.

Lihat Imsakiyah

Copyright © 2026 KUA KECAMATAN KARANGPAWITAN .

Powered by PressBook WordPress theme