
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam menjalankan ibadah dan kehidupan.
Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi ruhani dan sosial yang sangat penting dalam membentuk pribadi yang bertakwa.
Dari sisi ruhani, puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, menahan amarah, serta memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Melalui puasa, seorang muslim diajak untuk membersihkan hati dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sehingga lahir pribadi yang lebih sabar dan ikhlas.
Dari sisi sosial, puasa menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Rasa lapar yang dirasakan mengingatkan kita akan saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan, sehingga mendorong semangat berbagi melalui sedekah, zakat, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Puasa juga mempererat ukhuwah serta memperkuat kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.
Dengan memahami makna puasa secara menyeluruh, diharapkan kita dapat menjalankan ibadah ini tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial.
Footnote:
- Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 — kewajiban puasa agar mencapai ketakwaan.
- Hadis riwayat Bukhari dan Muslim — pentingnya menjaga ucapan dan perbuatan saat berpuasa.
- Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 — puasa sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah.
Demikian kajian singkat ini, semoga memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
